Home » Renungan (Page 8)
Category Archives: Renungan
Dimana Hartamu, Disitulah Jiwamu
(Kolose 3:1-13; Lukas 12:13-21)
Banyak orang menghendaki supaya hidupnya berkelimpahan dengan materi. Siapa yang tidak tergiur dengan kekayaan dan kenikmatan duniawi? Manusia modern sekarang ini sudah dipengaruhi gaya hidup hedonisme dan konsumerisme. Tanpa sadar, gaya hidup semacam inilah yang menyeret manusia memiliki hidup yang berorientasikan materi. Segala sesuatu diukur dengan materi. Orang bekerja tidak lagi memiliki orientasi sebagai panggilan hidup tetapi sudah mengarah pada materi. Tidak heran jika korupsi merajalela. Tanggung jawab utama terhadap pekerjaan diabaikan. Persahabatan juga diukur dengan materi,. sehingga ketulusan dan pengorbanan tidak hadir dalam persahabatan itu. Lebih disayangkan lagi jika kehidupan persekutuan di gereja juga selalu diukur dengan materi. Pelayanan di gereja tidak dijalani dengan sukacita dan pengorbanan, tetapi sudah memiliki kepentingan (terselubung) untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Berjuang dalam Doa dan Karya
(Kolose 2:6-19 ; Lukas 11:1-13)
Perjuangan adalah sebuah keniscayaan yang harus dijalani manusia di tengah kehidupan. Tanpa perjuangan, manusia tidak akan mampu keluar dari setiap pergumulan hidupnya dan juga akan sulit untuk meraih setiap harapannya di masa depan. Bagi umat Kristen semboyan “Ora et labora”(berdoa dan bekerja) menjadi salah satu prinsip utama dalam menjalani proses kehidupannya di dunia,namun sayangnya dalam menerapkan prinsip ini umat Kristen seringkali bersikap ‘pasif’ dan bahkan ‘membabi buta’. ‘Kepasifan doa’ itu bisa nampak dalam suasana ketidakberdayaan umat untuk menerima jawaban/tanggapan Tuhan, sehingga menerima begitu saja setiap jawaban Tuhan atas doanya. Seakan-akan tidak ada daya juang yang ditunjukkan umat lewat kengototannya dalam meminta kepada Tuhan (berdoa). Di sisi lain, sikap keras kepala dalam meminta kepada Tuhan jangan sampai membuat umat terjatuh pada kesombongan rohani. Merasa bahwa umat mampu tawar menawar dengan Tuhan maka bisa menentukan arah keputusan dan jawaban Tuhan. Doa bukanlah tujuan utama, melainkan sarana bagi umat untuk menghayati relasinya bersama Tuhan. Berjuang dan memperjuangkan apa yang didoakan adalah wujud kemelekatanrelasi antara umat dengan Tuhan.
Kusambut Yesus dengan Kasih dan Pengabdian
Lukas 10:38-42
Yesus Kristus, Tuhan kita, telah menjadi Juru Selamat kita. Ia telah rela menderita dan bahkan mati di kayu salib untuk mendatangkan keselamatan bagi kita, umat yang berdosa. Ia telah membayar lunas hutang kita atas dosa dengan darah dan nyawa-Nya, sehingga kini kita telah dibenarkannya dan keselamatan yang sempurna menjadi bagian kehidupan kita kelak. Semua ini dilakukan Yesus karena Ia sungguh mencintai dan mengasihi kita. Sekalipun kita telah berdosa dan mengecewakan-Nya, Ia tetap setia kepada kita.
Menjadi Pelaku Firman
(Lukas 10:25-37)
Isu yang sedang menjadi sorotan dunia saat ini adalah penggunaan plastik yang berlebihan sehingga menimbulkan sampah plastik yang berbahaya bagi bumi dan seluruh makhluk di dalamnya. Berbagai upaya dilakukan untuk menghimbau masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik. Akan tetapi masih banyak orang yang merasa bahwa penggunaan plastik lebih dibutuhkan saat ini dibandingkan dengan keperluan menjaga bumi dari limbah plastik. Setiap orang selalu memiliki prioritas masing-masing, yang dianggap jauh lebih penting dan lebih genting dibandingkan perkara yang lain.
Mengemban Perutusan Tuhan
Lukas 10:1-11, 16-20
Hidup orang percaya hakekatnya tidak untuk diri sendirinya tapi untuk kemuliaan Kristus yang dinyatakan melalui kepedulian terhadap sesama. Hakekat ini sungguh tidak mudah untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali godaan dan rayuan supaya manusia tidak mewujudkan tugasnya itu. Memang akan lebih enak hidup dengan mikirkan kepentingan dan kebahagiaan sendiri. Manusia tidak susah-susah untuk berbagi dan memperhatikan keadaan orang lain tapi apakah hidup seperti ini yang di kehendaki Tuhan Yesus Kristus? Orang percaya diutus untuk melakuan tugasnya yaitu memberitakan kabar baik (marturia). Tugas mulia ini sesungguhnya adalah dari Tuhan Yesus yang menghendaki keadaan damai sejahtera dirasakan oleh seluruh ciptaan. Kesadaran akan siapa yang memberi tugas menjadi kekuatan untuk bisa melakukannya dengan sebaik-baiknya. Motivasi dalam perutusan ini sungguh hanya kasih terhadap Tuhan. Orang percaya perlu terus mewaspadai akan motivasi menyeleweng dalam tugas perutusan seperti menambah jumlah umat atau jemaat. Ketulusan, kasih dan wujud ucapan syukurlah perlu menjadi warna dalam perutusan orang percaya di dunia ini.












