Home » Renungan (Page 4)

Category Archives: Renungan

Menjadi Pemulih

Matius 2 : 13-23

Peristiwa penyingkiran keluarga Yusuf ke Mesir adalah akibat situasi politik di negerinya. Herodes melakukan pembunuhan terhadap bayi-bayi karena ambisi berkuasa. Ambisi itu mematikan hati nurani. Matinya hati nurani menjadikannya menghalalkan segala cara termasuk melakukan tindakan kejam dengan cara membunuh anak-anak yang tidak berdaya.

Sikap Herodes berkebalikan dengan Yusuf dan Maria dan juga keluarga-keluarga lain dalam memilih jalan kehidupan. Perjumpaan dengan malaikat Tuhan dalam mimpi membuat Yusuf melakukan perintah Tuhan dengan membawa-Nya menyingkir ke Mesir. Pengungsian ke Mesir bukanlah hal yang menyenangkan. Berbagai risiko dihadapi dalam penyintasan itu. Namun jalan itu harus dipilih sebab jalan itu adalah satu-satunya jalan untuk memulihkan kehidupan yang ada di bawah bayang-bayang ancaman.

Continue Reading →

Imanuel : Pemenuhan Janji Pemulihan

(Matius 1:18-25)

Banyak hal yang membuat orang tidak sanggup dan tidak berani melangkah. Salah satunya adalah ketakutan. Setiap orang pernah merasa takut dan memiliki sumber ketakutannya masing-masing. Hanya saja, seringkali yang terjadi ketakutan membuat seseorang melakukan sesuatu yang di luar batas logika kewajaran. Karena itu muncul dalam dunia kedokteran kata fobia. Menurut Wikipedia, fobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Menarik, ada perbedaan “bahasa” antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan bahasa logika, sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan bahasa rasa. Ketika berbicara rasa, tentu saja pengalaman fobia setiap orang akhirnya menjadi berbeda-beda, walaupun dengan kasus yang sama.

Continue Reading →

Melihat Karya Pemulihan

Matius 11:2-11

Cara pandang dengan iman dan pengharapan adalah hal yang dikehendaki Tuhan bagi orang percaya dalam menjalani hidup. Cara pandang seperti itu tidak datang dengan sendirinya, tidak datang secara otomatis. Banyak komponen yang membangunnya supaya cara pandang tersebut sampai pada keyakinan bahwa Allah ikut berkarya dalam setiap keadaan. Mereka yang menginginkan cara pandang itu, perlu menyadari dibutuhkan perjuangan bahkan dengan mengorbankan banyak hal.Tapi satu hal yang perlu diyakini bahwa akan ada pemulihan di akhir setiap penderitaaan dan pengorbanan. Itu berarti orang percaya tetap perlu mempertahankan keyakinan dengan sungguh-sungguhwalaupun cobaan dan godaan silih berganti bak topan yang menerjang.

Tema kita “Melihat karya Pemulihan” merujuk pada tindakan Allah yang mengerjakan pemulihan dalam hidup kita. Pemulihan terjadi karena inisiatif dari pihak Allah, yang terlebih dahulu yang bertindak untuk kebaikan seluruh ciptaan. Allah terus menerus berinisiatif menjadikan segala sesuatu menjadi lebih baik, agar kedamaian dan kesejahteraan terjadi. Sebagai ciptaan Allah yang mulia, manusia turut dilibatkan Allah untuk menghadirkan pemulihan yang menyeluruh. Manusia yang diundang untuk terlibat dalam karya pemulihan adalah manusia yang mampu melihat karya Allah dalam kehidupannyasekalipun ada penderitaan yang mendera.

Continue Reading →

Kedatangan-Nya Membawa Pemulihan

Roma 15:4-13, Matius 3:1-12

Pemulihan terkadang dipahami layaknya orang yang sembuh dari sebuah penyakit. Misalnya ada seseorang yang mengalami pusing kepala. Kemudian orang tersebut memeriksakan diri ke dokter. Setelah itu dokter memberikan obat dan kemudian orang tersebut meminum obat dan beristirahat. Dengan cara itulah orang tersebut mengalami pemulihan dalam arti sembuh dari penyakit.

Jika kita lihat lebih luas lagi, pemulihan bukan sekedar berbicara mengenai kesembuhan fisik. Pemulihan juga bisa dipahami sebagai kesembuhan relasi sosial antar manusia dan seluruh ciptaan Tuhan. Pemulihan ini terjadi karena adanya luka-luka psikis yang membuat hubungan satu orang dengan orang yang lain menjadi berjarak dan enggan mengalami perjumpaan. Tak hanya hubungan antar personal, hubungan komunalpun bisa mengalami luka karena peristiwa yang tidak menyenangkan, termasuk terjadinya ketidakadilan dan kekacauan.

Continue Reading →

Berjaga dengan Terjaga

(Matius 24:36-44)

Masa penantian seringkali menjadi masa yang menggelisahkan. Rasa gelisah ini muncul sebagai akumulasi dari perasaan takut, bimbang, bingung, bosan, dan serba terburu-buru. Berbeda dengan itu semua, masa adven justru merupakan suatu masa penantian yang penuh dengan sukacita karena menanti kelahiran Yesus. Melalui kelahiran Yesus, ada upaya dari Allah untuk memperkenalkan diri sebagai “Allah yang tanpa batas” (Infinite-Being). Kelahiran Yesus yang sedang dinantikan merupakan suatu momen perjumpaan manusia dengan Allah secara langsung. Tidak ada alasan untuk menanti dengan kegelisahan karena dalam waktu dekat Allah pasti hadir dalam diri Yesus.

Continue Reading →

Agenda Kegiatan

Ibadah Minggu Online : Setiap Hari Minggu jam 08.00 WIB livestreaming di channel Youtube GKJ Wonosari Gunungkidul dan Radio Swara Dhaksinarga 89,9 FM

Persekutuan Doa Rabu Pagi : Setiap Hari Rabu jam 04.30 WIB di Gedung Gereja

Links

Kontak

GKJ Wonosari Gunungkidul
Jl. Gereja No. 11-12 Wonosari, Gunungkidul, DIY, 55812, Telp : (0274) 391 146
No. Rekening BRI a.n. GKJ Wonosari : 0153-01-001186-56-7

Jadwal Ibadah Induk

06.00 BAHASA INDONESIA

08.00 BAHASA JAWA

16.30 BAHASA JAWA

18.30 BAHASA INDONESIA

Jadwal Ibadah Panthan

PANTHAN BENDUNGAN 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu I Bahasa Indonesia)

PANTHAN RANDUKUNING 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II Bahasa Indonesia)

PANTHAN NGLIPAR 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II dan IV Bahasa Indonesia )

PANTHAN KEBONJERO 07.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu I Bahasa Indonesia)

PANTHAN HARGOMULYO 08.00 WIB BAHASA JAWA (Minggu II Bahasa Indonesia)

Powered by WordPress / Academica WordPress Theme by WPZOOM