Home » Renungan (Page 16)
Category Archives: Renungan
Merengkuh Yang Lemah
Markus 10:46-52
Merengkuh, secara harafiah bermakna menarik (mendekatkan, meraih) arah ke dada (tubuh). Dari arti hafariah tersebut, kata merengkuh memiliki makna kesediaan aktif seseorang membuat orang lain berada di dalam dekapannya. Melalui dekapan, kehangatan dan kenyamanan dirasakan sehingga seseorang yang berada dalam rengkuhan merasa dirinya diterima, dimengerti dan dihargai. Penerimaan mendatangkan pemulihan dan semangat baru. Kisah Bartimeus disembuhkan oleh Yesus merupakan cerita tentang rengkuhan kasih-Nya pada yang lemah. Saat Bartimeus datang pada Yesus mohon pemulihan, banyak orang menolak kehadirannya. Namun tidak demikian dengan Yesus. Ia memberikan teladan merengkuh yang lemah. Rengkuhan-Nya mendatangkan pemulihan bagi Bartimeus. Buah dari pemulihan itu adalah ucapan syukurnya melalui tindakan nyata. Ia mengikut perjalanan Yesus.
Keluarga Yang Melayani
Markus 10: 35-45
Kedudukan merupakan salah satu dari sekian persoalan lain yang seringkali ditemukan dalam keluarga. Ketika seorang anggota keluarga merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari yang lain, maka tidak jarang ditemukan penindasan lalu muncul perlawanan. Hal ini bisa muncul karena ada nafsu yang menguasai demi memburu keuntungan, kenyamanan, sikap individualistis, dan ingin merasakan dicintai. Akibatnya, keluarga tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk saling melengkapi, melainkan menjadi tempat yang melelahkan, menyakitkan hati, dan tidak menyenangkan. Apakah keadaan demikian yang kita harapkan dalam keluarga? Tentu saja tidak. Keluarga seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi keluh kesah, pihak pertama yang memberikan pertolongan, dan sekaligus memberikan motivasi. Tema “Keluarga yang Melayani” menjadi sebuah oase bagi keluarga kristen untuk menemukan kembali spirit melayani. Melalui perenungan hari ini umat diajak untuk menghidupi spirit melayani yang dimulai dari keluarga.
Keluarga Yang Membawa Keadilan
Markus 10:17-31
Ibarat sebuah perjalanan hidup, maka keadilan tak hanya perlu dibela namun juga dibawa dalam kehidupan atau dihidupi. Dalam konteks ini diharapkan barangsiapa yang membawanya pasti ia memilikinya. Maksudnya, keadilan harus dimiliki dan senantiasa dihidupkan sehingga mampu dirasakan bagi orang lain. Maka keadilan yang berisikan nilai-nilai kemanusiaan itu harus disentuh dalam lingkup kasih Tuhan. Dari berbagai teks kita Minggu ini ditegaskan bahwa Tuhan adalah pembela keadilan, bahkan Tuhanlah Sang Pemilik Keadilan itu. Dan kita diutus-Nya sebagai orang-orang yang membawa keadilan di tengah-tengah kehidupan dunia. Yang itu harus dimulai dari keluarga. Oleh karena itu, mari menjadi keluarga yang membawa keadilan. Continue Reading →
Memelihara Kesatuan Dalam Keluarga
Markus 10:2-16
Tuhan menjadikan segala sesuatu sempurna. Semua demi terwujudnya damai sejahtera. Damai sejahtera yang dimaksud adalah keserasian, keutuhan, kebaikan, kesejahteraan dan keberhasilan dalam segala bidang kehidupan. Akan tetapi, manusia terlena dengan segala sesuatu yang sempurna itu. Kadang kala, manusia kehilangan kendali untuk memelihara kesempurnaan ciptaan, dan membuat semuanya menjadi rusak. Termasuk hubungan antar manusia.
Hubungan antar manusia yang pada mulanya penuh dengan damai sejahtera menjadi rusak dan dilingkupi oleh hawa nafsu, kebencian, dendam dan iri hati. Sehingga bukanlah damai sejahtera yang terwujud, melainkan permasalahan. Zaman semakin maju dan berkembang, namun permasalahan hubungan antar manusia justru semakin alami kemunduran. Continue Reading →












